Relawan Yuli-Dion Berkumpul, Sampaikan Apresiasi dan Evaluasi Pemerintahan di Purworejo

PURWOREJO, epurworejo.com – Sejumlah koordinator relawan pendukung Bupati dan Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti-Dion Agasi Setiabudi (Yuli-Dion), menggelar pertemuan silaturahmi di salah satu kafe di Kota Purworejo, Selasa (28/7/2026) malam.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah koordinator relawan, di antaranya Daryanto (Lion), Agus Jabir (RPK), Fauzy Ozreng (Semut Ijo), Kid Hamzah, Ardian, Eko, serta Abdullah yang pernah menjadi juru bicara pasangan Yuli-Dion pada Pilkada 2024.

Menurut para peserta, agenda tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus temu kangen. Mereka mengaku belum pernah berkumpul bersama sejak Pilkada selesai dan Yuli-Dion resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purworejo. Dalam kesempatan itu, Abdullah juga diundang untuk menjelaskan secara langsung alasan pengunduran dirinya dari Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo.

Selain bersilaturahmi, para relawan juga berdiskusi mengenai perjalanan sekitar satu setengah tahun pemerintahan Yuli-Dion. Koordinator Relawan Semut Ijo, Fauzy Ozreng, menilai sejumlah program telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Program kesehatan gratis merupakan program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, umrah gratis bagi pelaku agama berprestasi juga mendapat apresiasi dari para tokoh agama,” ujar Fauzy.

Di sisi lain, dalam forum tersebut juga muncul pembahasan mengenai pentingnya menjaga tata kelola pemerintahan agar tetap berjalan sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku. Para relawan berharap seluruh proses pemerintahan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi pihak yang tidak memiliki kewenangan dalam sistem pemerintahan.

Baca Juga :  ASN Harus Bekerja Tanpa Terpengaruh Kepentingan Politik

Koordinator Relawan RPK, Agus Jabir, mengatakan relawan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar pemerintahan tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

“Kami berharap Bupati terus melakukan pembenahan dan tidak memberikan kesempatan kepada pihak di luar sistem untuk ikut campur dalam penyelenggaraan pemerintahan. Tata kelola yang baik harus dijaga agar pemerintahan tetap berjalan profesional dan berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Agus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan dengan belajar dari berbagai kasus yang pernah terjadi di daerah lain.

“Kita belajar dari daerah lain. Banyak kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang ditangani KPK melibatkan kepala daerah, pengusaha, hingga pejabat yang berkaitan dengan proyek pengadaan. Jangan sampai hal seperti itu terjadi di Purworejo, karena kami sebagai relawan juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengingatkan agar pemerintahan Yuli-Dion tetap bersih dan mendapat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen para relawan untuk terus memberikan dukungan sekaligus masukan konstruktif demi keberhasilan pemerintahan Yuli-Dion dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Purworejo. (*)