Wabup Dion Minta Sekolah Kerja Keras Cegah Bullying, Jangan Tunggu Ada Korban

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi.

PURWOREJO, epurworejo.com – Seluruh kepala sekolah dan guru di Kabupaten Purworejo diminta bergerak aktif mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Pengawasan terhadap perilaku siswa harus diperkuat dan langkah pencegahan dilakukan sejak dini tanpa menunggu jatuhnya korban maupun kasus menjadi viral.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menegaskan, fenomena perundungan di sekolah-sekolah di Indonesia semakin memprihatinkan. Tragedi yang menimpa Muhammad Hasbi al Aqib, siswa kelas 2 SD di Pemalang, harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

“Tragedi yang menimpa Muhammad Hasbi al Aqib harus menjadi alarm bagi kita semua. Ada perubahan perilaku anak-anak yang perlu kita cermati. Pola pengawasan dan pencegahan di sekolah pun harus ikut berubah,” tegas Dion.

Baca Juga :  Materi Ujian Praktek SIM Lebih Mudah

Dalam rapat pimpinan sebelumnya, Dion mengaku telah meminta Kepala Dinas Pendidikan memastikan seluruh kepala sekolah dan guru mengambil langkah nyata untuk mencegah perundungan.

Menurutnya, sekolah tidak boleh hanya bereaksi setelah terjadi kasus. Perubahan perilaku anak harus menjadi perhatian, sementara pengawasan dan upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten.

“Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak. Jangan menunggu viral baru kita bertindak,” tandasnya.

Dion menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Karena itu, seluruh pihak di lingkungan pendidikan harus memiliki kepedulian serta tanggung jawab untuk mencegah perundungan sejak dini.(*)