PURWOREJO, epurworejo.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo menggelar rapat bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purworejo di ruang rapat Komisi IV, Selasa (6/1). Rapat tersebut membahas evaluasi bantuan hibah untuk FKUB serta optimalisasi penyaluran zakat melalui Baznas.
Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, Sri Susilowati, menyampaikan bahwa bantuan hibah untuk FKUB pada tahun ini mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan adanya kebijakan efisiensi anggaran, termasuk pada pos belanja yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
“Memang ada penurunan cukup signifikan pada dana hibah FKUB karena efisiensi. Namun, kami berharap meskipun anggaran berkurang, kegiatan FKUB tetap bisa berjalan dengan baik,” ujar Sri Susilowati.
Ia menjelaskan, FKUB bersama seluruh pengurus telah sepakat untuk tetap melaksanakan program kerja yang telah direncanakan, meskipun dengan skala yang lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai contoh, jumlah peserta kegiatan yang sebelumnya mencapai 100 orang kini disesuaikan menjadi sekitar 50 orang.
“Harapan kami, FKUB tetap bisa berperan maksimal sebagai mediator dalam menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Purworejo,” imbuhnya.
Sri Susilowati juga mengapresiasi kegiatan FKUB tahun sebelumnya yang dinilai mampu memperkuat toleransi, seperti pentas seni lintas agama yang melibatkan seluruh pemeluk agama dan penghayat kepercayaan di Purworejo.
Sementara itu, terkait Baznas, Sri Susilowati mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya Baznas Kabupaten Purworejo berhasil menghimpun dana zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih dari Rp7 miliar. Dana tersebut kemudian disalurkan sesuai ketentuan, di mana 50 persen penyalurannya dapat dilakukan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“OPD bisa ikut membantu penyaluran, namun tetap harus sesuai dengan kriteria dan aturan Baznas. Semakin banyak pihak yang terlibat, harapannya penyaluran bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Dana Baznas tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan, seperti bantuan UMKM, bedah rumah, bantuan pendidikan bagi anak sekolah, serta program lain yang bersifat produktif.
Sekretaris Komisi IV DPRD Purworejo, Muh Dahlan, menambahkan bahwa kegiatan FKUB sejalan dengan visi dan misi Bupati Purworejo, khususnya dalam mewujudkan Purworejo Religius melalui peningkatan kerukunan umat beragama.
Terkait Baznas, Muh Dahlan menilai potensi zakat di Purworejo sangat besar dan dapat menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Salah satu program yang dinilai menarik adalah bantuan UMKM bagi masyarakat tidak mampu.
“Saat ini sudah ada sekitar 40 titik bantuan UMKM, bahkan bekerja sama dengan Baznas nasional. Ini sangat membantu masyarakat kecil,” ungkapnya.
Ia menegaskan, seluruh penyaluran zakat harus tetap sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran juga berdampak pada pengurangan belanja hibah, yang tidak boleh melebihi belanja modal.
“Ini menjadi perhatian bersama agar pengelolaan anggaran tetap taat aturan namun manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)
Baca Berita Pantura









