PURWOREJO, epurworejo.com – Cabang olahraga petanque Kabupaten Purworejo terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Meski harus membagi waktu dengan pekerjaan, pendidikan, hingga aktivitas perkuliahan, para atlet tetap menjalani latihan secara intensif demi mewujudkan target membawa pulang tiga medali untuk Purworejo.
Pelatih Petanque Purworejo, Noorzein Rohmatulloh, mengatakan saat ini tim telah memasuki tahap persiapan khusus dengan fokus utama pada peningkatan kemampuan teknik dan kondisi fisik atlet.
“Persiapan kami dilakukan melalui program latihan dan periodisasi yang disusun secara bertahap. Selain latihan rutin, atlet juga mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bahan evaluasi untuk melihat perkembangan hasil latihan,” kata Noorzein, Jumat (12/6/2026).
Pada babak kualifikasi Porprov, Petanque Purworejo berhasil meloloskan tiga nomor pertandingan. Ketiga nomor tersebut yakni single putri yang diperkuat Nihaya Amara Alfi Zikriya, triple mix A yang diperkuat Dwi Santoso, Davina Alif M, dan Kirana Larasati, serta triple mix B yang diperkuat Panji Kusantoro, Annisa Septiana Cahya, dan Tri Astuti.
Menurut Noorzein, komposisi latihan saat ini lebih banyak difokuskan pada penguatan teknik dengan porsi 60 persen dan fisik 40 persen. Latihan teknik dilaksanakan di Lapangan Petanque Bogowonto dan Omah Lawas, sedangkan latihan fisik dan kebugaran dilakukan di Fun Fitness, Stadion Sarwo Edhie Wibowo, serta Alun-Alun Purworejo.
Di balik persiapan yang terus dimatangkan, tim pelatih juga menghadapi tantangan dalam mengatur jadwal latihan bersama. Pasalnya, sebagian atlet merupakan ASN, pelajar, maupun mahasiswa yang memiliki kesibukan masing-masing.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan berarti. Atlet yang berhalangan hadir tetap diwajibkan menjalankan program latihan mandiri dan melaporkan hasilnya melalui dokumentasi foto maupun video.
“Dengan pola latihan seperti itu, kondisi fisik dan kemampuan teknik atlet tetap bisa terjaga meskipun tidak selalu hadir dalam sesi latihan bersama,” jelasnya.
Tim pelatih yang terdiri dari Herry Kristijantoro, Noorzein Rohmatulloh, dan Yoyok Tri Wahyuti menargetkan raihan dua medali perak dan satu medali perunggu pada Porprov Jawa Tengah 2026.
Target tersebut dinilai realistis, meski persaingan diperkirakan berlangsung ketat. Kota Semarang dan Kabupaten Purbalingga menjadi kontingen yang paling diwaspadai setelah mampu meloloskan nomor pertandingan terbanyak pada babak kualifikasi yang digelar di Jepara.
“Kota Semarang dan Purbalingga menjadi kompetitor utama karena mereka mendominasi jumlah nomor yang lolos saat kualifikasi,” ungkap Noorzein.
Selain memburu prestasi di Porprov, pengurus dan pelatih petanque juga berharap olahraga ini mendapat dukungan fasilitas yang lebih memadai. Meningkatnya animo masyarakat terhadap petanque, yang terlihat dari bertambahnya peserta dalam berbagai kejuaraan termasuk Popda, dinilai perlu diimbangi dengan sarana latihan yang representatif.
“Kami berharap ke depan Petanque Purworejo memiliki home base dan fasilitas yang lebih lengkap sehingga pembinaan atlet dapat berjalan semakin optimal,” harapnya.
Menjelang Porprov, Noorzein turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kabupaten Purworejo, Pemerintah Kabupaten Purworejo, media, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada atlet dan pelatih.
“Dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Purworejo,” terang Noorzein. (*)








