Komisi III DPRD Purworejo Dorong Museum Tosan Aji dan Art Center Lebih Gencar Promosi

PURWOREJO, epurworejo.com – Museum Tosan Aji dan Art Center Purworejo dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata sekaligus sarana edukasi dan pelestarian budaya. Namun, potensi tersebut dinilai perlu didukung dengan promosi yang lebih gencar agar semakin banyak masyarakat yang berkunjung.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo Tursiyati saat memimpin Pengawasan Dalam Daerah (Wasda) dengan mengunjungi Museum Tosan Aji dan Art Center yang berada di kompleks rumah dinas Bupati Purworejo, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota Komisi III. Dalam kunjungan itu, jajaran dewan melihat langsung kondisi fasilitas, koleksi hingga pengelolaan kedua destinasi yang memiliki nilai budaya dan edukasi tersebut.

Tursiyati mengatakan, Museum Tosan Aji memiliki koleksi peninggalan bersejarah yang sangat lengkap sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dalam hal perawatan maupun pelayanan kepada pengunjung.

“Iya, kami tadi bersama-sama teman-teman Komisi III melihat langsung pengelolaan Museum Tosan Aji. Kami berharap perawatan sekaligus pelayanan dan promosi ini memberikan nilai-nilai budaya, sekaligus ada peningkatan pendapatan,” kata Tursiyati.

Menurutnya, dukungan anggaran untuk pengelolaan museum saat ini masih terbatas. Meski demikian, dari sisi sumber daya manusia, ia melihat sudah terdapat sekitar 10 personel yang menangani pengelolaan museum.

Karena itu, ia berharap keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk mengabaikan perawatan koleksi yang memiliki nilai sejarah tinggi.

“Support anggaran memang masih terbatas, tapi personel yang mengelola di sini sudah cukup, saya lihat ada sepuluh orang. Sehingga kami berharap diperhatikan betul perawatannya karena ini barang-barang peninggalan sangat bersejarah,” ujarnya.

Selain perawatan, Tursiyati menilai promosi Museum Tosan Aji perlu ditingkatkan, terutama dengan menyasar kalangan pelajar. Sosialisasi ke sekolah-sekolah dinilai dapat meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus menjadikan museum sebagai tempat pembelajaran sejarah dan budaya.

“Promosi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah supaya pengunjungnya lebih ramai, lebih banyak. Di samping untuk edukasi, untuk pendidikan, juga sekaligus untuk melestarikan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan Museum Tosan Aji bukan hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk mengenal dan melestarikan peninggalan leluhur.

Baca Juga :  Serap Aspirasi di Dapil V, H Rujiyanto Dorong Pembangunan Sekolah dan Sarana Olahraga

“Ini budaya, seni juga sebuah rasa tanggung jawab untuk mencintai sekaligus nguri-uri peninggalan leluhur kita. Isinya luar biasa lengkap, tadi kita sudah keliling,” ungkapnya.

Sementara itu, Art Center Purworejo juga dinilai memiliki fasilitas dan koleksi yang sangat representatif. Di tempat tersebut terdapat berbagai koleksi yang dapat menjadi sarana edukasi, mulai dari makanan khas, batik hingga beragam hasil kerajinan.

“Art Center tempat dan fasilitasnya, kelengkapan koleksinya sudah sangat representatif. Itu sangat sayang kalau tidak diimbangi dengan promosi,” katanya.

Tursiyati menilai karakter Museum Tosan Aji dan Art Center memang berbeda, namun keduanya dapat dikembangkan secara beriringan sebagai destinasi wisata berbasis edukasi dan budaya.

Jika Museum Tosan Aji lebih menonjolkan sejarah dan peninggalan budaya, Art Center memiliki kekuatan pada keberagaman seni, kerajinan serta produk budaya masyarakat Purworejo.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, ia mendorong adanya sinergi dan kolaborasi antar-OPD, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dikpora), dalam upaya meningkatkan kunjungan.

“Ini bisa dikolaborasikan antar dua OPD, dari Dinas Pendidikan dan Dikpora. Kami berharap dua OPD ini bisa saling bersinergi dan berkolaborasi,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar ke depan digelar berbagai kegiatan seperti pameran maupun atraksi budaya yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat.

“Adakan event-event pameran sekaligus atraksi apa yang bisa membuat masyarakat tertarik untuk mengunjungi,” ujarnya.

Menurut Tursiyati, meningkatnya kunjungan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi edukasi dan pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi meningkatkan penerimaan daerah melalui retribusi.

“Harapan kami tertariknya mengunjungi itu ada retribusinya, ada PAD-nya. Jadi sama-sama ada keuntungan,” katanya.

Ia berharap kedua destinasi tersebut dikelola secara optimal, profesional dan penuh tanggung jawab agar potensi budaya yang dimiliki Purworejo dapat semakin dikenal masyarakat luas.(*)