PURWOREJO, epurworejo.com – Kesibukan mengurus administrasi sekolah dan mengelola dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS) tak menghalangi Tri Astuti untuk menorehkan prestasi di dunia olahraga. Staf Tata Usaha (TU) SMP Negeri 6 Purworejo itu membuktikan bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah bisa mengantarkannya berdiri di podium tertinggi.
Tri Astuti berhasil mempersembahkan medali emas cabang olahraga petanque kategori triple mix A pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Bersama Dwi Santoso dan Panji Kusantoro, ia turut membawa nama Kabupaten Purworejo meraih prestasi membanggakan.
“Saya senang karena bisa memberikan yang terbaik untuk Purworejo. Semoga ini menjadi penyemangat untuk para atlet muda di Purworejo,” ungkap Tri Astuti, Rabu (28/10/2026).
Ungkapan sederhana itu menyiratkan kebahagiaan sekaligus harapan. Bagi Tri Astuti, medali emas yang diraih bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi daerah dan memotivasi generasi penerus olahraga di Purworejo.
Di lingkungan sekolah, Tri Astuti sehari-hari menjalankan tugas sebagai staf TU sekaligus bendahara BOS. Pekerjaan tersebut menuntut ketelitian, kecermatan, dan tanggung jawab dalam mengelola administrasi serta keuangan sekolah.
Namun, rutinitas pekerjaan tidak menghentikannya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang olahraga. Di meja kerja, ia berhadapan dengan dokumen dan urusan administrasi. Sementara di lapangan petanque, ia harus menjaga konsentrasi, mengukur ketepatan lemparan, serta membaca situasi pertandingan.
Dua aktivitas yang berbeda itu memiliki satu kesamaan yakni membutuhkan fokus, kesabaran, dan kedisiplinan. Nilai-nilai yang dibutuhkan dalam pekerjaannya sehari-hari juga menjadi bekal ketika menghadapi persaingan di arena pertandingan.
Petanque merupakan olahraga yang mengandalkan akurasi untuk menempatkan bola besi sedekat mungkin dengan bola sasaran. Setiap lemparan membutuhkan perhitungan dan ketenangan. Dalam kategori triple mix A, kemampuan individu juga harus berpadu dengan kekompakan dan kerja sama tim.
Bersama Dwi Santoso dan Panji Kusantoro, Tri Astuti mampu melewati persaingan hingga meraih medali emas. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa prestasi lahir dari perpaduan kemampuan, kerja sama, dan perjuangan untuk memberikan hasil terbaik.
Pencapaian Tri Astuti pun mendapat sambutan bangga dari keluarga besar SMP Negeri 6 Purworejo. Sosok yang sehari-hari menjalankan tugas di balik meja administrasi sekolah itu mampu menunjukkan kemampuan lain yang mengharumkan nama sekolah sekaligus Kabupaten Purworejo.
Lebih dari sekadar medali, pesan yang disampaikan Tri Astuti menyentuh pentingnya keberlanjutan prestasi olahraga. Ia berharap keberhasilannya dapat menjadi penyemangat bagi atlet-atlet muda di Purworejo untuk terus berlatih, mengembangkan kemampuan, dan berani bersaing.
Dari meja bendahara BOS hingga arena petanque, Tri Astuti menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi siapa saja. Kesibukan pekerjaan bukan alasan untuk berhenti mengejar pencapaian, sementara sebuah kemenangan bisa memiliki arti lebih luas ketika mampu menumbuhkan semangat bagi orang lain. (*)








