Nani Astuti Belanja Aspirasi Dalam Reses di Wilayah Ngombol

NGOMBOL, epurworejo.com – Beragam usulan dan aspirasi masyarakat disampaikan dalam kegiatan reses masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 yang dilaksanakan anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Purworejo Nani Astuti SPd, di Gedung Serbaguna Karyabakti Desa Wonoroto, Kecamatan Ngombol, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan di wilayahnya. Aspirasi yang muncul mencakup pembangunan infrastruktur pertanian, sarana pengairan, penerangan jalan, fasilitas keagamaan, pelayanan masyarakat hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Salah satu aspirasi disampaikan Agus Subagyo dari Desa Wonoroto yang mengusulkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang sekitar 300 meter dengan lebar 3 meter. Selain infrastruktur pertanian, masyarakat juga mengusulkan bantuan alat pertanian, bibit pertanian serta bantuan ternak.

Sementara itu Tugiyo dari Wonoroto RT 03 menyampaikan usulan pembangunan jalur pertanian yang menghubungkan wilayah tersebut hingga Pejagaran sepanjang sekitar 50 meter. Ia juga mengusulkan penerangan jalan umum menggunakan panel surya serta pembaruan data desil penerima bantuan sosial yang dilakukan secara berkala setiap tahun.

Aspirasi lainnya datang dari Suparno warga Wonosari yang mengusulkan bantuan kendaraan ambulans untuk organisasi kemasyarakatan. Kendaraan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Salah satu opsi yang diusulkan yakni memanfaatkan kendaraan hasil hibah maupun lelang mobil dinas.

Dari perwakilan Muslimat Ngombol, Wahidah menyampaikan usulan pelatihan dan bantuan alat untuk menunjang kegiatan pembuatan kue. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus mendukung kegiatan produktif masyarakat.

Kemudian Eko Surya Handoko dari Piyono mengusulkan penambahan pompa air guna mendukung kebutuhan pengairan masyarakat. Sedangkan Siti Aminah dari Fatayat Ngombol menyampaikan sejumlah usulan berkaitan dengan fasilitas kelompok serta rehabilitasi panel.

Sementara Suparno dari Wonoroto mengusulkan pembangunan atau perbaikan atap tempat kegiatan masyarakat. Imam Supri dari Wonoroto juga menyampaikan usulan pembangunan serambi Mushola An Nur di wilayah RT 03.

Baca Juga :  Tunjukkan Sebagai Pendukung Bermartabat, Koalisi Guyub Rukun Tidak Pasang APK di Seputar Posko dan Rumah Paslon Lain

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Nani Astuti mengatakan seluruh masukan masyarakat menjadi bahan penting bagi dirinya untuk diperjuangkan melalui DPRD Kabupaten Purworejo.

Menurutnya, kegiatan reses bukan hanya menjadi agenda untuk bertemu dengan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung kebutuhan dan persoalan yang masih dihadapi warga di daerah pemilihannya.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami tampung dan kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah. Tidak semuanya bisa direalisasikan sekaligus, sehingga nantinya akan kami lihat mana yang menjadi kebutuhan prioritas,” kata Nani.

Ia juga menilai sejumlah usulan yang disampaikan masyarakat memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas dan kebutuhan sehari-hari. Terutama pembangunan jalan usaha tani, sarana pengairan serta bantuan pertanian yang dapat menunjang produktivitas masyarakat.

“Untuk jalan usaha tani, pompa air, bantuan alat dan bibit pertanian tentu akan kami koordinasikan dengan OPD terkait. Begitu juga usulan lainnya seperti penerangan jalan, fasilitas keagamaan dan kendaraan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Terkait usulan pembaruan data desil penerima bantuan sosial, Nani mengatakan persoalan data perlu mendapatkan perhatian agar program bantuan pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Data penerima bantuan memang harus terus diperbarui. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak masuk data, sementara yang tidak memenuhi kriteria malah tercatat. Ini menjadi perhatian dan akan kami sampaikan kepada pihak terkait,” jelasnya.

Nani menambahkan, aspirasi mengenai pemberdayaan masyarakat juga penting untuk diperhatikan. Menurutnya, pelatihan dan bantuan peralatan bagi kelompok masyarakat dapat menjadi salah satu upaya mendorong kegiatan ekonomi produktif di tingkat desa.

“Kami juga mendorong agar kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pelatihan saja. Kalau memungkinkan harus ada tindak lanjut berupa bantuan peralatan atau pendampingan sehingga masyarakat bisa benar-benar mengembangkan kegiatan produktifnya,” katanya.(*)