PURWODADI, epurworejo.com – Sejumlah persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi aspirasi yang disampaikan warga Desa Ketangi dalam kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun 2026 anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs Subeno, Senin (14/9/2026) malam.
Dalam pertemuan yang digelar di Desa Ketangi tersebut, Priyatmoko, salah satu warga menyampaikan berbagai kebutuhan yang selama ini dinilai belum mendapatkan tindak lanjut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan jaringan air dari tandon penampungan untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Priyatmoko berharap pembangunan jaringan tersebut setidaknya dapat diteruskan dari tandon hingga saluran induk. Selanjutnya, warga yang membutuhkan dapat melakukan penyambungan secara mandiri.
Selain persoalan air, aspirasi yang cukup menonjol adalah kondisi jalan poros Ketangi-Bragolan. Jalan tersebut dinilai sangat penting karena menjadi akses utama warga Ketangi menuju lahan pertanian mereka yang berada di wilayah Bragolan.
“Jalan poros antara Ketangi dan Bragolan itu kalau musim hujan menjadi becek dan berlumpur. Padahal jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat Ketangi, karena merupakan jalan poros sekaligus akses pertanian menuju sawah warga,” kata Priyatmoko
Ditambahkan, sebagian besar sawah milik masyarakat Dusun Ketangi berada di wilayah Bragolan. Karena itu, akses jalan tersebut menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Persoalan tersebut, sebenarnya sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah desa, termasuk berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Bragolan. Namun hingga kini, perbaikan jalan yang menjadi penghubung kedua wilayah tersebut belum juga terealisasi.
Dirinya juga berharap Subeno dapat membantu mendorong penyelesaian persoalan tersebut, mengingat lokasi jalan berada di wilayah administrasi Desa Bragolan sehingga pengajuan dari Desa Ketangi mengalami keterbatasan.
“Dari pihak Desa Ketangi yang mengajukan tidak bisa karena lokasi jalannya masuk wilayah Bragolan. Ini sudah menjadi aspirasi warga sejak dulu,” tambahnya.
Selain jalan, warga juga menyampaikan kondisi balai punden yang selama ini digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan masyarakat. Balai tersebut biasa digunakan untuk kegiatan kenduri, termasuk saat selikuran, Rajaban maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Namun saat ini kondisi bangunan tersebut sudah mengalami kerusakan cukup parah, bahkan disebut telah roboh.
Warga berharap keberadaan balai punden tersebut dapat kembali diperbaiki sehingga bisa digunakan sebagai tempat berkumpul dan melaksanakan berbagai kegiatan masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Subeno menegaskan bahwa kegiatan reses menjadi kesempatan bagi dirinya untuk turun langsung mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.
Aspirasi yang disampaikan warga, khususnya terkait akses jalan, kebutuhan air dan fasilitas umum, akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Subeno juga mengapresiasi warga yang tetap aktif menyampaikan persoalan di lingkungannya. Menurutnya, masukan langsung dari masyarakat penting sebagai bahan dalam menjalankan fungsi DPRD, terutama dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan di tingkat desa. (*)








