Sekolah Dasar di Kabupaten Malang Dorong Pemerataan Akses Pendidikan

KABUPATEN MALANG, epurworejo.com – Pemerataan akses pendidikan masih menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan dasar. Di Kabupaten Malang, salah satu sekolah dasar negeri terus berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang terbuka, inklusif, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Sekolah tersebut menerima siswa dari berbagai latar belakang tanpa membeda-bedakan kemampuan akademik, kondisi ekonomi, maupun kebutuhan belajar masing-masing anak.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, kegiatan pembelajaran di sekolah ini berjalan cukup baik. Setiap pagi, guru menyambut siswa di gerbang sekolah sebelum kegiatan belajar dimulai. Sekolah juga memiliki program morning motivation yang bertujuan membangun semangat belajar siswa. Setelah itu, siswa berbaris di depan kelas dan mengikuti pembelajaran seperti biasa. Kegiatan upacara juga dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin serta pada peringatan hari-hari besar.

Dalam proses pembelajaran, sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka selama dua tahun terakhir. Kurikulum ini memberi ruang bagi guru untuk menggunakan metode yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Suasana kelas terlihat cukup aktif karena guru berusaha menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi siswa yang beragam. Selain kegiatan akademik, sekolah juga menyediakan beberapa ekstrakurikuler seperti pramuka, tari, drumband, banjari, public speaking, mewarnai dan bercerita, serta kegiatan baris-berbaris.

Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. LCD proyektor belum tersedia secara merata di setiap kelas sehingga penggunaannya masih dilakukan secara bergantian. Kondisi perpustakaan juga masih memerlukan pembenahan agar dapat menjadi ruang literasi yang lebih nyaman bagi siswa. Untuk sementara, sekolah menyediakan sudut baca di setiap kelas agar kegiatan membaca tetap dapat berjalan.

Baca Juga :  Kecamatan Purworejo Tidak Jadi Sasaran Bazar Pangan Ramadhan

Selain fasilitas, keberagaman kemampuan siswa juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Karena sekolah menerima seluruh siswa tanpa seleksi, kemampuan belajar dalam satu kelas menjadi beragam. Kondisi ini menunjukkan adanya kesetaraan akses, tetapi sekaligus menuntut guru untuk lebih kreatif dalam menyesuaikan metode pembelajaran. Sekolah juga menerima siswa berkebutuhan khusus, meskipun pendampingan masih perlu diperkuat melalui pelatihan atau peningkatan kompetensi guru.

Keterlibatan orang tua turut menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan sekolah. Beberapa kegiatan melibatkan komite dan paguyuban, sehingga hubungan antara sekolah dan keluarga tetap terjaga. Kerja sama ini menjadi modal sosial yang penting untuk membantu siswa merasa didukung, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Secara umum, sekolah dasar negeri di Kabupaten Malang tersebut telah menunjukkan komitmen dalam memberikan layanan pendidikan yang adil dan inklusif. Namun, dukungan pemerintah, orang tua, dan masyarakat tetap dibutuhkan agar peningkatan sarana, literasi, serta kualitas pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.(*)