Suara Anak Muda Penentu Masa Depan, Pelajar Purworejo Didorong Melek Politik

BENER, epurworejo.com – Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika politik. Mereka justru dituntut untuk melek politik, berpikir kritis, serta ikut menentukan arah masa depan bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Generasi Muda yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo di SMK Ma’arif NU 1 Bener, Rabu (09/09/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan bertujuan meningkatkan literasi politik sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Sosialisasi dibuka Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., didampingi Kepala Bakesbangpol Purworejo Puguh Trihatmoko, S.J., M.H. Hadir pula anggota Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, di antaranya Ferro Setiasono dan Roni Sumhastomo, Komisioner KPU Kabupaten Purworejo, Forkopimcam Bener, jajaran sekolah, serta tamu undangan lainnya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, Ferro Setiasono mengatakan, pendidikan politik bagi generasi muda menjadi penting di tengah kecenderungan menurunnya partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilih secara sah pada sejumlah pemilu sebelumnya.

Ia berharap para pelajar tidak bersikap apatis terhadap politik. Menurutnya, anak muda memiliki idealisme dan pola pikir kritis yang justru dapat menjadi kekuatan positif apabila disalurkan melalui ruang politik dan demokrasi.

“Jangan sampai adik-adik apatis terhadap politik. Anak muda itu punya idealisme dan pikiran kritis. Itu harus disalurkan dalam politik, tetapi tentu dalam hal yang baik,” katanya.

Ferro menegaskan, politik tidak bisa dilepaskan dari proses pembangunan. Berbagai kebijakan yang menentukan arah pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah, lahir melalui proses politik.

Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting agar ruang politik ke depan juga diisi oleh orang-orang dengan kapasitas dan pendidikan yang baik.

“Pembangunan Indonesia, daerah, dan apa pun sumbernya dari politik. Kebijakan-kebijakan politik itu kalau diisi oleh adik-adik yang pendidikannya lebih baik, tentu akan ikut membangun wilayah dan menghasilkan pilihan politik yang baik,” jelasnya.

Menurut Ferro, kontribusi pelajar dalam kehidupan politik tidak selalu harus dilakukan dengan terjun langsung ke dunia politik praktis. Hal sederhana seperti memahami rekam jejak dan kapasitas figur politik serta menyampaikan informasi yang benar kepada teman dan keluarga juga merupakan bentuk partisipasi politik.

Baca Juga :  DPRD Dorong Penguatan Kesenian Tradisional di Purworejo

“Minimal nanti bisa menyosialisasikan kepada teman-teman ataupun keluarga bagaimana mengenali sosok figur dari peserta politik. Ini penting agar masyarakat bisa menentukan pilihan politik dengan baik,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Bakesbangpol yang menggandeng KPU dalam memberikan pemahaman mengenai kepemiluan kepada para pelajar.

Ferro turut menyinggung peran KPU yang dapat membantu sekolah memberikan edukasi demokrasi melalui kegiatan pemilihan ketua OSIS. Menurutnya, keterlibatan KPU dalam pemilihan ketua OSIS dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi secara langsung bagi siswa.

“Pemilihan ketua OSIS juga bisa difasilitasi KPU. Ini bagus sekali karena anak-anak bisa belajar bagaimana proses demokrasi dan pemilihan itu dilakukan sejak di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, Roni Sumhastomo, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membuat para pelajar semakin memahami fungsi pemerintahan, politik, serta arah kebijakan pembangunan daerah.

“Dengan kegiatan hari ini, harapannya adik-adik SMK Ma’arif NU 1 Bener menjadi melek atau tahu fungsi-fungsi dan arah kebijakan pemerintahan,” ujarnya.

Roni berpesan agar generasi muda tetap memiliki semangat dalam menyongsong masa depan. Ia menilai setiap pilihan anak muda dalam menentukan masa depan, baik melanjutkan pendidikan maupun berkarier di berbagai bidang, merupakan hal yang patut dihargai.

“Apapun pilihannya, mau berkarier ke mana, tetap semangat menyongsong masa depan dan tetap guyub rukun,” pesannya.

Lebih lanjut, Roni berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebatas penyampaian materi di ruang kelas. Literasi politik di kalangan pelajar diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan demokrasi sekaligus mendorong lahirnya pemilih muda yang kritis, cerdas, dan tidak mudah terpengaruh informasi politik yang menyesatkan.

“Maka, generasi muda bukan hanya menjadi pemilik suara dalam setiap pemilu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa dan daerah ke depan,” tandas Roni.(*)